Cara Bijak Saving Uang di Arab Saudi

Setiap orang pasti memiliki tujuannya masing-masing untuk datang ke negara para Nabi ini. Negara penghasil minyak terbesar di dunia, dan negara terbesar di kawasan semenanjung arabia. Negara yang sangat reaktif dengan segala perubahan teknologi dan sistem keamanan negara.

Menurut data statistik terbaru, dari 35 juta jiwa penduduknya, 8 juta nya memang warga negara asing yang datang dan menetap di sana. Dengan segala kemudahan dan kenyamanan hidup, khususnya bagi umat muslim, banyak yang eksodus, berbondong-bondong ingin datang ke negara ini. Negara konservatif yang selalu menjadi kiblatnya Umat Muslim di seluruh dunia.

Siapapun orangnya, definitely yang datang ke negara yang berbentuk kerajaan ini pasti membutuhkan uang dan melakukan kegiatan ekonomi di negara tersebut. Mau bagaimanapun, saat ini tidak hanya warga asing, bahkan putra putri kerajaan sendiripun dituntut untuk lebih mandiri dan giat bekerja. Ini artinya, setiap orang di negara ini pasti memiliki uang.

Dalam artikel kali ini, kami ingin membahas tentang bagaimana cara bijak menabung / mengelola uang yang dihasilkan di negara ini agar tidak boros atau terkena penipuan yang saat ini sudah merajalela. Bagi Sahabat DSA yang saat ini masih baru di Arab Saudi sebaiknya, jika ada iklan yang muncul di sosial media ataupun pesan berantai (broadcast) dari siapapun, jangan buru-buru dibuka, diklik apalagi diikuti.

Beberapa bulan yang lalu, ada Sahabat DSA yang terkena scamming penipuan dari Jakarta. Mereka mengatasnamakan bank tertentu dan mencoba memberikan informasi palsu tentang pengundian hadiah. Ada pula yang uangnya terpaksa tidak bisa diambil karena mempercayakan sepenuhnya di simpan di bank dan seterusnya. Maka, beberapa tips di bawah ini sangat penting untuk Sahabat DSA ketahui demi kondisi finansial kita aman dan stabil.

a. Hindari simpan uang di bank

Tidak harus, namun sangat disarankan. Tidak semua harus cash, namun juga perlu beberapa di bank. Cukup sisakan sejumlah uang yang dibutuhkan untuk keperluan sehari-hari dan belanja bulanan di bank.

Menyimpan uang di bank di Arab Saudi memang butuh kehati-hatian. Terkadang mereka melakukan maintenance sistem tiba-tiba dan tanpa pemberitahuan. Menyimpan di bank di sini juga sangat berhubungan dengan status iqamah kita. Jika kita tidak perhatian, kartu iqama bisa saja kadaluarsa tanpa kita sadari dan uang yang ada di bank tidak bisa digunakan sama sekali, baik diambil maupun dikirim.

Maka, sebaiknya setelah hari gajian tiba, segeralah tarik tunai atau segera kirim ke bank di Indonesia.

b. Pastikan memiliki akun bank sendiri di Indonesia

Poin ini masih berkaitan dengan poin a di atas. Ternyata, tidak semua bank di Indonesia memiliki sistem integrasi / kerjasama dengan bank-bank di Arab Saudi. Alih-alih ini segera menabung atau membayar hutang ke rekan di Indonesia, justru uang tak kunjung sampai dan bermasalah. Tentu, ini sangat menguras waktu, tenaga dan fikiran. Apalagi bagi Anda yang baru pertama kali mengirim uang ke Indonesia

Di antara beberapa bank di Indonesia yang kami sarankan bisa digunakan dengan mudah dan aman di Arab Saudi adalah Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Central Asia (BCA). Kedua bank ini sangat simple, cepat, aman dan hampir tidak pernah gangguan saat menerima kiriman valuta asing. Selebihnya seperti Bank BRI, Bank Mandiri dan sebagainya kami tidak melarang, pun tidak mewajibkan kedua yang disebutkan di atas.

Baca juga :  Dokumen Apa Saja yang Perlu Disiapkan untuk Bekerja di Arab Saudi?

Jika ada diantara Sahabat DSA memiliki pengalaman yang baik dan aman selain BNI dan BCA, disilahkan.

c. Cerdas memilih agen pengiriman uang (Remittance)

Saat ini, banyak sekali agen-agen atau platform jasa pengiriman uang internasional ke luar Arab Saudi seperti :
– STC Pay
– Urpay (Milik Bank Al Rajih)
– Tahweel (Milik Bank Al Rajih)
– Quick Pay (Milik Bank SNB / NCB)
– Enjaz (Milik Bank Al Bilad)
– Inma Pay (Milik Bank Alinma)
– Western Union

Dari pengalaman kami, yang paling cepat, aman dan nyaman tanpa antri sebaiknya Sahabat DSA memiliki kartu Bank sendiri yang memiliki fitur VISA dan Mastercard. Sedangkan MADA adalah brand milik Arab Saudi sendiri sebagai salah satu vendor layanan transaksi di lingkungan kerajaan.

Dengan kartu ATM sendiri, sobat DSA bisa mengatur kapan saja dan berapa saja akan transfer, tanpa harus datang ke kantor Enjaz atau Western Union dan mengantri berjam-jam di sana.

d. Segera blokir kartu SIM dan ATM jika hilang

Banyak kasus dimana Sahabat kita yang sudah di Arab Saudi menganggap bahwa hilang kartu SIM adalah hal yang biasa seperti di Indonesia, padahal ini sangat berbahaya. Karena, data kita melekat pada kartu SIM itu. Jika, dikemudian hari kartu itu disalahgunakan oleh orang lain, contohnya untuk penipuan, pencucian uang, teror dan sejenisnya, maka sistem akan merespon dan memberikan tindakan sesuai data yang ter-record dalam kartu SIM itu.

Untuk diketahui, membeli kartu SIM di Arab Saudi sangat berbeda dengan di Indonesia. Di sini, Sahabat diwajibkan untuk melakukan rekam sidik jari (finger print) dan melakukan aktivasi ke data sipil pusat (Absher) menggunakan Iqama dan kartu SIM tersebut.

Kasus ini juga berlaku yang sama apabila kartu ATM kita hilang. Segeralah melapor ke bank terkait untuk melakukan pemblokiran dan pembuatan kartu ATM baru.

e. Bijaklah menggunakan aplikasi yang mengharuskan input nomor ATM beserta kode 3 digit CVV

Perhatikan gambar berikut di bawah

Di era serba digital sekarang ini segalanya dituntut serba cepat, praktis dan fleksibel. Namun, sistem keamanan juga dituntut semakin canggih dan mumpuni untuk menghindari dari pembobolan akun bank seseorang (Hacking).

Memang tidak semua, tapi sekarang ini banyak sekali platform digital yang mensyaratkan pembayaran menggunakan akun virtual bank dengan menginput nomor CVV (Card Verification Value) berupa 3 digit di belakang kartu. Kartu yang memiliki security CVV ini hanyalah ada pada kartu debit dan kredit.

Transaksi seperti ini biasanya dimanfaatkan oleh pemilik platform untuk mengambil sedikit demi sedikit uang yang ada dalam kartu tanpa pemberitahuan. Ini biasanya terjadi pada platform transportasi online dan shooping online. Jika itu milik swasta kami sarankan agar selalu berhati-hati, namun jika itu milik pemerintah sobat DSA tidak perlu khawatir. Otoritas keuangan kerajaan selalu memonitor di dalamnya.

Demikian tips dari kami, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DSA NEWS UPDATE!Subcribe untuk informasi terbaru

Update informasi Anda bersama Devisa Saudi Arabia (DSA)