Tips & Trik Ujian Prometric (Part 1)

Apa itu Prometric?

Prometric adalah nama provider ujian, sementara nama ujiannya di Arab Saudi adalah SNLE (Saudi Nursing Licensing Examination). Kita pakai istilah yang sudah familiar saja “Prometric”.

Metode Ujian Prometric ini menggunakan Computed Based Test (CBT) sebagaimana yang kita ikuti Ujian Kompetensi (UKOM) di Indonesia untuk mendapatkan STR.

Banyak negara menggunakan provider ini termasuk negara-negara timur tengah. Penyebutan di setiap kota atau negaranya pun setiap negara memiliki sebutan khusus ujiannya. Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Abu Dhabi dan lainnya bereda.

Contoh :

  • Arab Saudi : SNLE (Saudi Nursing Licensing Examination)
  • USA & Europian Union : NCLEX
  • UAE : DHA Examination (Dubai Health Authority Examination)
  • DHA, HAAD, MOH, SLE, DHCC, OMSB, HCQP, NHRA dan lain sebagainya mengacu pada kota dan negara penyelenggaranya.

Oke, di sini kita hanya fokus membahas SNLE. Kita harus selektif mana bahan soal-soal yang tepat untuk dipelajari, karena sedikit banyak, ada perbedaan.

Sebetulnya, Ujian Prometric juga berlaku tidak hanya untuk Nurse, tetapi juga profesional kesehatan lainnya seperti Doctor, Radiologist, Dentist, Perfusionist, Pharmacist, Psychiatrist, Cardiologist, Dermatologist, Urologist, Neurologist, etc.

Komposisi Soal

a. Pelajari soal-soal 2-3 tahun terakhir
Ini untuk membantu memahami jenis soal yang kadang keluar kembali di ujian diambil dari tahun-tahun sebelumnya.

b. Pahami istilah-istilah kecil dalam soal
Contoh, terkadang dalam soal, penyebutan “Pasien” menggunakan “Patient”, “Client”, “Family”, “A Guy / Girl”, “A 34 Yo”, “Someone”, dll

c. Buat catatan khusus di buku/kertas hal-hal yang baru atau sulit dipelajari
Poin ini sangat kami sarankan karena apa-apa yang ditulis, lebih melekat diingatan. Kalau perlu ditulis dan ditempel di dinding kamar, biar bisa kebaca setiap hari.

d. Buat standar minimal soal yang harus dipelajari setiap hari
Ini adalah poin kedua yang sangat kami sarankan. Misal 50 soal per hari. Pekan depan bisa ditingkatkan 100 soal per hari. Pekan berikutnya 150 soal per hari dst. Sesuaikan dengan kemampuan dan berapa lama persiapan menjelang ujian.

Secara tidak langsung, teman-teman nanti akan terbiasa membaca banyak soal dalam satu waktu seperti ujian langsung. Karena, penyebab gagalnya ujian bukan hanya dari soal, terkadang hal-hal teknis yang tidak perlu juga mempengaruhi. Atur waktu sebaik mungkin.

Perhitungan Soal

a. Ketegori Technician

Untuk kategori Technician, biasanya jumlah total ada 150 soal selama 3 jam. Pelaksanaan ujian dibagi dua sesi dengan masing-masing 75 soal dalam 90 menit. Ada break 15 menit ditengah. (Mau diambil atau tidak waktu tetap berhitung mundur dan secara otomatis akan memulai sesi kedua.) Atau bisa langsung melanjutkan ke sesi kedua.

Passing rate kategori ini adalah 45%. Artinya kita harus berhasil menjawab benar sejumlah minimal 67,5 atau 68 soal.

b. Kategori Specialist

Untuk kategori ini, sebelumnya jumlah total ada 150 soal selama 3 jam. Namun beberapa rekan sejawat terbaru kemarin saat ujian di masa pandemi COVID-19 jumlahnya menjadi 200 soal. Jadi, pelaksanaan ujian dibagi dua sesi dengan masing-masing 100 soal dalam 90 menit. Ada break 15 menit dan seterusnya teknis pelaksanaan sama dengan Tehnician. Hanya berbeda jumlah soal.

Passing rate kategori ini adalah 50%. Artinya kita harus berhasil menjawab benar sejumlah minimal 100 soal.

Baca juga :  CURRICULUM VITAE (CV) SERVICE : Emily William (#05EW)

Jangan bingung atau tertipu jika di sesi kedua ada kesamaan soal. Mau bagaimanapun itu sudah tersistem dan tugas kita hanya menjawabnya dan memastikan semuanya terisi.

Sistematis Soal

Pada tahap persiapan Ujian Prometric ini kita perlu mengetahui dulu bahwa per tahun atau dua tahun sekali Saudi Council for Health Specialities selalu memperbarui Guideline nya, artinya setiap tahun tidak bisa dikatakan selalu sama. Selalu ada perubahan dalam hal syarat berkas pendaftaran, durasi waktu saat ujian langsung, atau bahkan muatan soalnya dari tahun ke tahun.

Maka, alangkah baiknya kita perlu selalu mengupdate informasi ini supaya tidak ketinggalan informasi. Sahabat DSA bisa download New Guideline for Saudi Nursing License Exam (SNLE) 2020 dan Midwifery License Exam (MLE) 2017 di bawah ini :

Saudi Nursing License Examination

Midwifery License Examination (MLE)

Berikut adalah contoh komposisi jumlah soal SNLE :

– Fundamental of Nursing (15)

– Medical (21)

– Surgical (21)

– Pediatric (12)

– Psychiatric (12)*

– Maternity (12)

– Critical Care (15)*

– Community Health (12)

– Management & Leadership (15)*

– Research & Epidemiology (12)*

Keterangan :
Ini adalah sistematika soal versi kategori technician.
Beberapa yang bertanda bintang (*) adalah kategori tambahan terbaru di soal SNLE / Ujian Prometric

Persiapan Diri

Beberapa yang ditulis di sini kondisional, boleh diikuti, boleh tidak. Setiap orang punya caranya sendiri.

a. Perbanyak konsumsi makanan berprotein tinggi (eg. Putih telur, ikan, dll) untuk meningkatkan dan menguatkan daya ingat.

b. Latih diri setiap hari review soal-soal dan beri waktu istirahat 1 hari dalam seminggu. Usahakan refreshing (Sama sekali abaikan prometrik satu hari). Bisa nonton film, olah raga dan lainnya

c. Waktu yang paling bagus belajar adalah pagi, atau habis shalat tahajud dan baca Al Qur’an lalu dilanjut review.

d. Mendekati hari H, hindari konflik-konflik kecil yang bisa mengganggu konsentrasi belajar.

e. Kurangi waktu tidur dan alokasikan lebih banyak membaca. Ingat! Keberhasilan butuh pengorbanan.

f. Menggapai RN adalah perjalanan panjang. Jangan sia-siakan kesempatan yang ada. Karena tidak setiap orang bisa sukses menghadapinya.

Ada banyak rekan sejawat yang mengalami kendala untuk berhasil ujian dan lulus. Mulai dari pemberkasan ditolak, sakit, kurang tidur, dll

g. Jadikan ini momentum pertama dan terakhir Ujian Prometric, fokus ujian sekali langsung lulus. Lelah, capek itu biasa. Tapi terbayar nanti kalau sudah LULUS! Semua boleh dilupakan.

h. Untukmu yang masih gagal (Belum lulus), jangan putus asa. Gagal sekali, coba lagi. Gagal kedua kali, coba lagi. Gagal berikutnya coba lagi. Habiskan semua kegagalanmu sampai berhasil.

Tambahan :

– Tidak ada jaminan orang yang pandai bahasa inggris akan lancar mengikuti ujian. Seperti ukom di Indonesia. Model soal adalah vignate (kasus). Semua butuh analisis dan kemampuan personal masing-masing.

– Perbanyak do’a, ibadah, sedekah dan rajin-rajin perhatian ke orang tua. 

– Sebagai saran, jangan terlalu ekspose atau memberitahu semua orang bahwa kita mau ujian. Karena itu justru akan menambah beban mental dengan banyaknya pertanyaan dan pengharapan orang lain yang ditanggung. Maka, kalem aja dan fokus belajar. Mereka akan tahu sendiri nanti saat kita lulus.

Ns. Satya Putra Lencana RN

Healthcare | Writer | Social Activism | Pemerhati Pendidikan Kesehatan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.

DSA NEWS UPDATE!Subcribe untuk informasi terbaru

Update informasi Anda bersama Devisa Saudi Arabia (DSA)