AWAS! JEBAKAN MAUT KERJA KE ARAB SAUDI

Disclaimer :
– Hal-hal isi dalam artikel ini tidak bertujuan menyudutkan / menyalahkan pihak manapun
– Semua identitas diri / perusahaan disamarkan / tidak disebutkan
– Tujuan artikel sebagai media pembelajaran dan hikmah

Dan terjadi lagi …

Kali ini kasusnya terjadi di Indonesia. Kisah ini masih serangkaian kasus-kasus yang sering saya posting di sosial media. Secara garis besar semuanya tentang problematika nakes kita mau kerja ke Arab Saudi. Diantaranya sebelumnya kita pernah membahas tentang :
1. Dua orang nakes yang dideportasi ke Indonesia karena belum memiliki DataFlow ditambah english yang kurang baik
2. Lalu ada kasus tentang nurse di Madinah yang tidak boleh kerja sejak dia tiba di Arab Saudi -sudah hampir tiga bulan sampai hari ini- karena belum mengantongi Prometric License
3. Yang terbaru dan yang ingin saya ceritakan hari ini adalah seorang nurse yang masih di Indonesia tapi terjerat permainan info loker palsu, bahkan oleh PT yang izinnya sudah dicabut

Sebut saja “Mawar” (Nama samaran). Sebetulnya dia sosok yang cerdas dan pintar. Dia berasal dari daerah timur indonesia. Kami mulai komunikasi sejak awal tahun lalu karena dia berniat ingin bekerja di Arab Saudi. Beberapa bulan lalu dia resign dan berangkat ke jakarta untuk berproses yang katanya sebentar lagi selesai. Dia rela tinggalkan kampung halaman dan mengadu nasib di Jakarta dengan bekerja bidang homecare hingga hari ini.

Singkat cerita, ternyata PT yang dia ikuti, izinnya sudah dicabut. Bagaimana kami tahu? Karena kami selalu berkoordinasi dengan Atase Tenaga Kerja KBRI secara langsung. Setiap bulan kami selalu meng-update info tersebut.

Sejujurnya, sejak awal dia mengatakan gabung dengan PT ini kami sudah mewanti-wanti untuk tidak dilanjutkan. Namun, dia tetap kokoh percaya dan akhirnya terjadilah masalah sampai hari ini. Kenapa kami yakin 100%? Karena secara pribadi, saya sudah pernah berinteraksi, bahkan mewakili kampus di jogja membuat MoU dengan PT ini. Ketika saya pindah kuliah, ternyata PT ini datang dengan pola yang sama dengan ‘Bendera’ yang sama dan semua hasilnya sama. Sama-sama nihil!

Ketika datang si Mawar untuk apply ke PT ini, kami sangat tidak merekomendasikannya. Namun, lagi-lagi. Pengalaman itu memang perlu. Seseorang itu akan berubah karena dua hal, karena pikirannya terbuka atau hatinya terluka. Dia tetap ngeyel dan tidak mengindahkan warning dari kami.

Hari ini Mawar kembali. Datang dengan kondisi yang saat ini sudah ‘berdarah-darah.’ Kok bisa?

Iya, karena semua dokumen aslinya -ijazah, transkrip nilai, STR dll – sudah dia serahkan ke PT ini dengan perjanjian di awal jika nanti mengundurkan diri, harus bayar biaya denda 25 Juta! Tak hanya itu, setiap proses yang mereka adakan, juga harus membayar antara 500 ribu – 1 juta rupiah! Wah! Keterlaluan!!!

Baca juga :  Kualitas Tenaga Kesehatan Indonesia di Mata Dunia

Ironisnya, PT tersebut sampai saat ini masih beroperasi, masih mencari kandidat, bahkan merangkul DPD PPNI di daerah timur!

Pointnya begini kawan …

1. Cerdas Memilih PT / Agency

Saat ini banyak sekali PT yang izinnya diskorsing, bahkan dicabut! Alih-alih mereka membuka lowongan kerja, ternyata hanya mencari ‘ikan’ untuk dipelihara dan ‘dimanfaatkan’ pelan-pelan. Berbagai cara mereka lakukan untuk mendapatkan kandidat lalu menjadikannya ‘lahan basah.’ Jangan sampai, kita sebagai tenaga kerja profesional menjadi lahan basah mereka. Ini lah yang menjadi salah satu alasan mengapa kami membangun DSA. Kami berusaha membangun komunitas yang sadar birokasi dan dunia mafia seperti ini.

Lebih lengkapnya bagaimana memilih agency yang aman silahkan baca tulisan kami di sini “Tips Aman Nakes Kerja di Arab Saudi” KLIK DI SINI

2. Pahami Pola Perekrutan

Segala informasi loker apapun di Arab Saudi, kita berhak menanyakan Job Order / Demand Letternya. Kalau ada yang beralasan, “Itu dokumen rahasia perusahaan, tidak boleh asal dishare”. Nah kita kan yang mau jadi objek rahasia tersebut? Semua dokumen rahasia kita juga nantinya akan diberikan ke mereka untuk proses Translate, Legas, MCU, Biometric, Basmah, PAP / KTKLN dll.

Maka, tegaslah bertanya. Nggak usah takut! Cermati, apakah Job Odernya sesuai contoh dari KBRI atau jalur mandiri (tidak melalui KBRI).

Kalau perlu jangan hanya Job Order, tapi tanyakan juga status user yang akan meng-hire kita di Saudi. Karena jangan sampai di Indonesia melalui PT, masuk ke Arab Saudi ditampung di PT lagi. Kecolongan dua kali.

Tanyakan pula status visanya, besaran gajinya, bahkan penting untuk ditanyakan bagaimana jika nanti belum punya Prometric License atau gagal setelah coba ujian beberapa kali di Saudi. Supaya semuanya jelas.

Tentang Job Order selengkapnya silahkan baca DISINI

3. Sering Bertanya kepada Senior dan Join Komunitas yang Ada

Inilah mengapa DSA terbentuk, atas dasar kurangnya komunikasi dan media informasi yang valid sebagai sumber informasi, berani mengkritik serta aktif mengedukasi kepada para calon-calon PMI baru ke timur tengah.

DSA berusaha menjadi media penyeimbang antara PT di Indonesia dan calon user di Arab Saudi yang mengawasi jalannya rekrutmen secara prosedural sebagaimana arahan dari pemerintah. Recruitment Agency yang menjadi Quality Control jika didapati oknum-oknum PT-PT yang nakal seperti kasus hari ini.

Semoga bermanfaat

Riyadh, June 21, 2022
SPL

Ns. Satya Putra Lencana RN

Healthcare | Writer | Social Activism | Pemerhati Pendidikan Kesehatan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.

DSA NEWS UPDATE!Subcribe untuk informasi terbaru

Update informasi Anda bersama Devisa Saudi Arabia (DSA)